S R I H A R T A T I PERTAMA DIANGKAT BERAT

C EDERA tangan mengubur mimpi Sri Hartati menjadi atlet angkat besi. Musibah itu menimpa Sri ketika menjalani latihan pergelangan rutin di Padepokan Gajah Lampung, Pringsewu. Kala itu Sri masih pelajar sekolah menengah atas. “Rasanya stres berat membayangkan tak bisa bertanding lagi,” kata Sri, ketika menceritakan peristiwa itu, Ahad dua pekan lalu. Sri tertarik pada cabang olahraga angkat besi sejak duduk di kelas VI sekolah dasar. Waktu itu, sejumlah atlet angkat besi nasional mendatangi sekolah untuk mencari bibit baru. Mendengar cerita atlet angkat besi bisa keliling dunia, Sri mendaftar. Semula orang tua Sri tak setuju. Namun, karena Sri berkukuh, orang tuanya luluh. Sewaktu masuk sekolah menengah pertama, Sri berlatih saban pagi sebelum berangkat ke sekolah.

Pada 2003, ketika usianya 16 tahun, Sri mengikuti kejuaraan remaja angkat besi di Korea Selatan. Itulah pengalaman pertamanya ke luar negeri. Setelah menjuarai Pekan Olahraga Nasional pada 2004, Sri mengalami akumulasi cedera pergelangan tangan. Pelatih dia, Anna Maria, akhirnya menyarankan Sri pindah ke cabang olahraga angkat berat. Dibanding angkat besi, cabang ini kurang bergengsi karena tak dilombakan di Olimpiade. Toh, Sri menuruti saran Ana karena angkat berat tak menuntut kekuatan pergelangan tangan. “Kalau bertahan di angkat besi, kamu tak akan berprestasi,” kata Anna kala itu. Keyakinan Anna tak meleset. Sri, kelahiran Lampung 31 tahun lalu, menjadi atlet angkat berat Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia. Sejak 2010, Sri empat kali menyabet trofi juara dunia. Di kejuaraan AsiaOceania Championship 2014, Melbourne, Australia, Sri memecahkan rekor dunia dengan angkatan 141 kilogram. Rekor itu belum terpecahkan sampai saat ini.

P U T R I A N I N D Y A SELEBGRAM PENANGGUK IKLAN

P U T R I A N I N D Y A SELEBGRAM PENANGGUK IKLAN – P UTRI melancong gratis ke Turki, Spanyol, Australia, Selandia Baru, dan sejumlah negara lain. Mahasiswi Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Anindya telah Padjadjaran, Bandung, ini diundang pemerintah negara-negara itu sengaja untuk jalan-jalan. Putri diminta memberikan imbalan sederhana kepada pengundang: memotret pemandangan di negeri itu, lalu mengunggah ke akun Instagram @puanindya miliknya.

Di dunia Instagram, Putri disebut Selebgram. Pengikutnya setengah juta orang. Dia adalah satu dari sedikit orang Indonesia mula-mula yang akunnya masuk Suggested User Instagram. Semula Putri sekadar iseng mengunggah foto di Instagram. Kini foto unggahannya jadi lapak iklan. ”Lumayan, bisa buat hidup dan bayar cicilan mobil,” katanya Senin pekan lalu. Putri lahir di Bekasi, 13 Juli 1991. Kesukaannya pada fotografi tumbuh sejak kecil yang senang melihat gambar pemandangan. Beranjak dewasa, ia suka membolakbalik halaman majalah National Geographic yang banyak memuat foto lanskap. Setelah diterima di Unpad pada 2009, Putri belajar fotografi dengan banyak memotret pemandangan Bandung. Mahalnya kamera profesional tak menumpas kesungguhan Putri. Pada 2011, dia membeli iPhone 4 bekas dan berkenalan dengan Instagram. Wibisono Notodirdjo, teman kuliah, menyebutkan Putri pantang malu dengan perkakas sederhana itu. ”Saya ingat lensa iPhone itu retak tipis,” ujar Wibisono. Sejak itu, Putri tak berhenti menjelajahi tempat baru sambil belajar memotret. ”Bagi saya, memotret itu butuh hati dan konsistensi.”

Profil Yusniar Amara Bagian 1

http://109.199.119.180/ Y USNIAR bersumpah tidak akan pernah menyelam lagi. Penyebabnya, ia hampir mati terseret ombak Pantai Lampuuk, Aceh Besar. Kejadian 14 tahun lalu itu Amara pernah sangat membekas di ingatannya. “Kaki saya tiba-tiba kram sehingga harus diseret seorang kawan ke pinggir pantai,” ucap Yus—sapaan akrab Yusniar—di kantor Pos Siaga SAR Sabang, Aceh, dua pekan lalu. Kala itu Yusniar, kini 36 tahun, sedang mengikuti pemusatan latihan tim selam Aceh Besar untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Aceh 2002. Ketika dia kram, rekannya lupa memberi tahu bahwa mereka sudah tiba di tepi. Yusniar lantas dilepas begitu saja. Bersamaan dengan itu, ombak datang dan menggulung dia kembali ke tengah laut. “Untung saya menahan napas agar tidak menelan air,” katanya. Yus selamat setelah membiarkan tubuhnya dimuntahkan ombak kembali ke pantai. Teman-temannya sempat berpikir Yus tewas. Sebab, tak banyak orang yang mampu selamat dari gulungan ombak seperti itu. Akibat kejadian itulah Yus mengeluarkan sumpah tersebut. Bukan apaapa, ia jengkel atas kelalaian temannya yang menyeret ke pantai dan melepaskannya. Tapi, keesokannya, Yus sudah menyelam lagi. Laut dan Yus kini seolah-olah tak bisa dipisahkan. Ia pun dikenal sebagai jagoan selam perempuan di antara anggota penyelamat Badan SAR Nasional (Basar nas). “Setahu saya, tidak ada perempuan di Basarnas yang punya kualifikasi seperti dia,” kata Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Badan SAR Nasional Noer Isrodin Muchlisin.

“Dia punya kemampuan spesial dalam menyelam.” Kebolehan Yus terlihat dari sertifikat yang dimiliki. Ia mengantongi sertifikat selam B1 dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia. Sertifikat itu untuk instruktur. Untuk mendapatkan sertifikat B1, Yus harus melalui beberapa tahap, dari mengambil sertifikat A1 (penyelam pemula), A2 (penyelam tingkat lanjut), dan A3 (penyelam yang sudah bisa melakukan aksi penyelamatan). Berbekal kemampuan menyelam, Yus dilibatkan dalam berbagai operasi penyelamatan besar, seperti pencarian pesawat dan awak pesawat Nomad P-833 milik TNI Angkatan Laut yang jatuh di perairan Ujung Karang, Sabang, Desember 2007; penyelamatan korban gempa dan tsunami Mentawai 2010; dan pencarian korban kapal pariwisata yang tenggelam di Danau Takengon, Aceh, pada 2012. Terakhir, Yus menjadi satu-satunya penyelam perempuan Indonesia yang dilibatkan dalam operasi SAR internasional pesawat AirAsia QZ8501, yang jatuh di Selat Karimata, awal tahun lalu. Sayangnya, operasi tersebut tidak berjalan mulus. Kegagalan itu bukan yang pertama dialami Yus. Perempuan yang besar di Indrapuri, Aceh Besar, ini pernah mengalami kegagalan yang lebih pahit, yakni gagal menemukan pacarnya yang hilang saat tsunami melanda Banda Aceh pada Desember 2004.

Tiga bulan operasi pencarian dilakukan, kekasihnya itu tak kunjung ditemukan. Kejadian tersebut membuat Yus terpukul. “Saat melakukan operasi pencarian itu, yang saya cari adalah jam tangan GShock yang saya yakini menempel di tangan kanannya. Itu hadiah dari saya setelah meraih medali perunggu selam di PraPekan Olahraga Nasional 2004,” ujarnya. Saking terpukulnya, Yus menolak ajakan menikah dari beberapa orang yang mencoba mendekati setelah kekasihnya dinyatakan hilang. “Tak semudah itu melupakannya. Saat masih menjadi relawan, kami selalu bersama-sama ketika ada operasi dan latihan SAR atau menjaga pantai,” tutur Yus. Hingga kini ia belum menikah. Pengalaman pahit itu tak lantas membuat Yus menjauhi kegiatan SAR. Pada 2006, setahun setelah diwisuda dari IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, dia mengikuti tes untuk menjadi pegawai negeri sipil Basarnas. Pada saat yang sama, Yus juga mendaftar sebagai pegawai negeri sipil dinas pendidikan untuk menjadi guru. Yus lolos dari kedua tes tersebut, tapi lebih memilih masuk Basarnas. “Saya lebih merasa nyaman di Basarnas. Saya sudah akrab dengan dunia itu,” ucapnya. Sejak kuliah, Yus memang aktif di organisasi mahasiswa pencinta alam dan menjadi ketua perkumpulan itu. Kegiatan ini pula yang membuat ia akrab dengan Sabang, kota di Pulau Weh, yang berjarak 45 menit penyeberangan laut dari Pelabuhan Ulele, Banda Aceh.

Profil Yusniar Amara Bagian 2

Kota-Bunga.net “Semua gunung di Sabang sudah habis saya jelajahi,” kata Yus, yang juga mantan atlet karate. Setelah menjelajahi gunung-gunung itu, Yus mulai menyelami dunia bawah air pada 2002. Ini bermula ketika dia diminta menggantikan seorang atlet selam yang patah kaki untuk mengikuti Pekan Olahraga Daerah Aceh 2002. Sejak itulah ia jatuh cinta pada dunia bawah air. “Rasanya seperti pulang kampung,” ujar Yus ketika ditanya apa yang ada di kepalanya setiap kali menyelam. Kecintaan pada dunia selam ini jugalah yang mendorongnya bergerilya membentuk ulang kepengurusan Persatuan Olah raga Selam Seluruh Indonesia Aceh, yang porak-poranda akibat tsunami 2004. Dia juga memimpin teman-temannya kembali berlatih di pantai untuk menghadapi Kejuaraan Nasional Selam 2005. “Padahal saat itu orang-orang masih trauma ke pantai, kami malah mendatangi pantai.” Kepala Kantor SAR Banda Aceh Suyatno melihat potensi kepemimpinan dalam diri Yus.

Ia pun tak segan-segan mempercayakan tugas merintis pos SAR di Sabang kepadanya. Sejak Senin pekan lalu, Yus, yang kini berstatus sebagai rescuer berpangkat pengatur, mulai bertugas sebagai koordinator Pos Siaga SAR Sabang. “Dia punya banyak kenalan di sana dan bisa membuat anggotanya nyaman bekerja,” kata Suyatno. Juli Hermanto, anak buah Yus, mengatakan bosnya itu jago dalam berkoordinasi dan memiliki relasi yang luas. Masyarakat Sabang, menurut dia, banyak mengenal Yus karena ketangguhannya sebagai wanita langka di Aceh. “Ini membuat urusan mempersiapkan pos menjadi lebih mudah,” ujarnya. Soal ini, Yus mengatakan kemudahannya dalam mendapatkan bantuan adalah berkat relasi akrabnya dengan anggota instansi penting di Sabang, seperti TNI dan kepolisian. “Apalagi ini urusan kemanusiaan, mereka pasti bersedia membantu,” ujarnya. Kini Yus sudah punya “keluarga kecil” di Sabang: satu kantor dan tiga bawahan—Juli, Hasyimi, dan Musallim. Mereka berempat sangat akrab sejak bertugas di Banda Aceh. Selama tiga hari Tempo bersama mereka di Sabang, terlihat bahwa ketiga lelaki itu menaruh respek terhadap Yus. Sedangkan Yus memperlakukan mereka seperti adik sendiri. Tak jarang masalah pribadi mereka ungkapkan dan meminta nasihat dari sang kakak. Agar hubungan mereka lebih akrab, tak jarang Yus mengundang ketiga anak buahnya itu ke tempat tinggalnya untuk menikmati masakannya. “Kak Yus memang pandai menempatkan diri,” kata Juli. “Dia tahu kapan memunculkan sisi femininnya dan kapan harus bersikap seperti lelaki. Dia sama sekali tidak kaku.” Begitulah Yus. Terkadang bisa tegas, tapi suaranya juga bisa lembut ketika sedang bersenandung di mobil, seperti saat kami menyusuri jalanan Sabang yang naik-turun dan berkelok-kelok mengitari perbukitan. Saat menemukan pemandangan bagus, dia pun minta berhenti untuk berfoto

Kiat Memikat dengan KitKat IV

Merek lain terpaksa hanya mengandalkan upgrade untuk OS Jelly Bean-nya yang sudah maupun belum meluncur ke pasar. Misalnya ketika Asus mendobrak pasar dengan tiga produk baru Zenfone 4, 5, dan 6, dengan OS Jelly Bean yang dapat diupgrade ke Kitkat. Dengan harga yang setara dengan LG L90, Rp 3-an juta, maka ZenFone yang bisa diangkut pulang adalah yang kelasnya tertinggi, yaitu Zenfone 6, dengan layar 6 inch dan prosesor 2 GHz.

Zenfone 4 dan 5 bahkan lebih murah lagi dengan harga masingmasing Rp 1-an juta dan Rp 2-an juta. Samsung punya Galaxy S5 yang ber-Kitkat, namun harganya tahu sendiri kan? Rp 8,5 juta. Sedang Samsung Galaxy Ace yang konon akan dibanderol dengan harga sejutaan belum nongol juga.

Kiat Memikat dengan KitKat III

Teknorus.com – Slot SIMcard KnockCode, sebuah fitur keamanan dan manajemen aktivitas layar dengan cara melakukan pengetukan jari dalam hitungan tertentu sesuai setelan dari kita. Kamera Sayangnya kameranya yang 8 megapixel tidak mampu menyuguhkan ketajaman dan kecerahan, setidaknya untuk menghias layar yang mumpuni ini.

Baca juga : Gudang Movie

Hasil foto pada mode default cenderung pucat, kurang benderang, bahkan untuk yang diambil pada luar ruang dan dalam kondisi terang. Ketika gambar diambil di dalam ruang, turunnya ketajaman terasa sekali, bahkan ketika cahaya cukup terang. Foto makro dengan cahaya cukup tak mampu dituntaskan oleh L90 ini. Selain warnanya malu-malu sembunyi, noise dan kecenderungan pinggiran objek jaggies alias tak rata, juga menghantui hasil foto.

Antarmuka dan menu kamera cukup membantu kemudahan memotret. Ada beberapa fitur menarik yang bisa mempercepat setting kamera sesuai kebutuhan dalam menu Mode, yaitu Normal, Panorama, Continous shot, Time catch shot, dan Sports. Multimedia Ponsel ini menawarkan layar IPS 4,7 inch dengan resolusi 540×960 pixel dan kerapatan 234 ppi. Dengan bekal ini, kehadirannya di kalangan smartphone kelas menengah pasti dilakukan dengan kepala tegak karena tidak malumaluin.

Dalam pengoprekan, kualitas layar memang memuaskan. Video dengan kualitas tinggi bisa dimainkan dengan mulus, demikian pula dengan game yang bervisual kelas berat. Layar L90 mampu menangani urusan visual dengan baik dengan pujian terutama harus ditujukan kepada ketajamannya. Audionya juga kurang dapat mengimbangi kerenyahan yang disuguhkan layar.

Speaker bawaan tidak dirancang untuk memberikan nilai tambah dalam soal audio, meskipun itu bukan berarti keluaran suaranya buruk. Uniknya, LG masih menyertakan teknologi inframerah dalam ponsel ini. Tempatnya ada di sisi atas. Apa guna? Untuk mengubah ponsel menjadi remote control bagi perantiperanti rumah tangga seperti televisi dan AC.

Sentuhan ini menarik, sekaligus seakan ingin menunjukkan kedigdayaan LG dalam soal teknologi peranti rumah tangga. Ada sentuhan manis dalam soal konektivitas. Setiap kali kita mencolokkan sesuatu pada tempatnya, yaitu USB dan jack audio, maka sebuah animasi di layar akan muncul seakan-akan layar menjadi transparan dan menampakkan jack atau USB tadi menembus ke dalam mesin.

Keberdayasaingan Jika dimasukkan dalam konteks peluncuran-peluncuran ponsel terkini, yang paling menonjol dari L90 ini adalah penanaman sistem operasi Android 4.4.2 Kitkat, mengikuti saudaranya LG Nexus 5 yang merupakan Android pertama di dunia dan kemudian juga LG Nexus 4 yang mendapat upgrade dari Jelly Bean. Sejak itu LG memang tak mau kehilangan momentum sebagai merek yang paling “sadar KitKat” dengan mendahului mengusung sistem operasi tersebut untuk ponsel-ponsel barunya.

 

Umbi Lokal dari Kepulauan Wakatobi

Kulitnya mudah dikupas, tapi akar di permukaan kulit masih menempel. Lain lagi dengan ifi Loiya Meha yang memiliki keunikan paska rasa seperti telur rebus dengan tekstur layaknya lilin. Sedangkan ifi Tofu memiliki rasa karamel yang kuat dengan tekstur mirip kentang sehingga cocok bila dipanggang. Ada juga ifi Lambagili yang memiliki aroma jagung pulut dengan kandungan pati yang tinggi sehingga cocok dijadikan sebagai makanan pokok. Namun ditemukan kandungan kalsium oksalat pada ifi Toro yang membuat lidah dan tenggorokan sedikit gatal.

Perlu banyak penelitian lanjutan untuk pengembangan umbi-umbian lokal ini. Pengujian nutrisi dan pengembangan paska panen serta inovasi resep olahan juga mutlak dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan kekayaan pangan hayati asli Indonesia. Bukan tidak mungkin bila Indonesia nantinya tidak perlu lagi melakukan banyak impor pangan karena sebenarnya semua sudah tercukupi dari alam kita yang kaya.

Umbi Lokal Sebagai Menu Camilan di Catering Nasi Box Jakarta

Umbi Lokal Sebagai Menu Camilan di Catering Nasi Box Jakarta – Wakatobi tidak hanya menyimpan kekayaan hayati bawah laut. Potensi pangannya pun cukup mencengangkan. Bersama beberapa teman seniman Indonesia yang terpilih oleh WWF Indonesia dan RCUS (Rujak Centre for Urban Studies). Saya menelusuri potensi pangan kota ini dalam program Ekspedisi Liwuto Pasi, saya berkesempatan untuk menelusuri potensi pangan Wakatobi.

Segala kebaikan yang diberikan alam bagi kita, tertancap di bawah tanah berkarang, terpapar sinar matahari, serta terpaan angin laut Sulawesi Tenggara. Selain singkong, opa dan kano merupakan umbi yang populer di Wakatobi. Inilah jenisnya. Opa Kaledupa (gembili di Jawa) Di pulau Kaledupa, warga lokal membicarakan opa seolah orang Jawa berdiskusi tentang beras. Umbi ini dipanen setiap bulan Agustus tiap tahun. Masa penyimpannnya cukup panjang, bisa samapi satu tahun.

Masyarakat menyantapnya dengan cara sederhana, yakni direbus, dibuat seperti bubur/jenang bernama ndavu-ndavu atau digoreng menjadi keripik senga-senga. Ketika saya membawa beberapa sub varietas opa (Dioscorea aculeata) kembali ke Jakarta untuk diteliti, ditemukan bahwa opa Wakatobi memiliki kadar pati yang tinggi sehingga cocok untuk dijadikan tepung. Tepungnya bisa diolah menjadi aneka pangan seperti kue, roti, atau pengganti nasi.

Keluarga Dioscorea ini merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, dan sudah ada di Indonesia dari ribuan tahun yang lalu. Ada empat jenis yang sering ditanam di Kaledupa, yakni opa Lelu, opa Lengke, opa Larantuka, dan opa Kumbili. Masing-masing memiliki tekstur yang kurang lebih sama dengan rasa yang seragam, tawar cenderung manis, dan tanpa aroma kuat. Selain opa/gembili, ada juga aneka ragam kano (uwi). Yang sempat terekam ada 28 jenis dan tumbuh hanya di pulau Kaledupa saja.

Kano Kaledupa Yang Kaya Rasa Di Jawa, ada banyak jenis kano/ uwi (Dioscorea alata/Esculenta) yang beraroma lebih kuat namun memiliki rasa yang jauh lebih manis sehingga kano di Jawa lebih cocok dijadikan sebagai camilan bukan sebagai makanan pokok. Di Wakatobi, kano cocok sekali dijadikan penganan pokok, namun sayangnya belum ada banyak penelitian dan penggunaan teknologi tepat guna yang didedikasikan untuk tumbuhan asli Indonesia ini.

Menurut Pak Samudi, petani yang mendedikasikan hidupnya untuk bertanam opa dan kano di pulau Kaledupa, ada beberapa jenis kano yang khusus digunakan untuk makanan yang dihidangkan di upacara tradisional Nabudasa’a atau acara selamatan bayi baru lahir. Ada ifi Kuu, ifi Kanari, dan ifi Tariya. Lewat uji citarasa yang sempat Saya lakukan, ada banyak letupan kejutan rasa, aroma, dan juga tekstur dari ragam kano Kaledupa. Misalnya pada ifi Lossi Mahute yang memiliki kandungan pati tinggi dengan tekstur padat, cocok dijadikan sebagai makanan pokok.

Kopi Tarik Ungaran

Teh tarik pasti sudah tak asing bagi Anda. Tetapi kopi tarik pasti jarang terdengar di telinga kita atau bahkan belum pernah didengar. Nah, di kota kecil ini ada kedai kopi tarik yang sangat menarik. Di kedai milik Aida Astuti (21) ini , Anda bisa mendapatkan kopi tarik original. Kopi yang digunakan adalah kopi aceh yang mantap. Pembuatannya memang ditarik seperti teh tarik. Bedanya dengan teh tarik, kopi tarik tidak memakai susu.

Kopi ini tampil cair dan tidak berampas. Aroma kopi yang kuat, dengan rasa pahit. Selain kopi tarik, ada kopi kotok poci. Sesuai namanya kopi disajikan di dalam poci. Tujuannya agar kopi tetap panas. Sepoci kopi kotok bisa dinikmati 3 orang. Harganya cukup bersahabat, hanya Rp 12 ribu. Kedai ini juga menawarkan teh tarik,wedang secang dan wedang jahe. Anda bisa nyaman duduk di tempat berkapasitas 30 orang ini. Kedai dibuka pukul 17.00 dan baru tutup pukul 23.00.

Sony Xperia Z1

Teknorus.com – Salah satu dari jajaran tipe Z yang menjadi tipe teratas Sony. Kameranya mantap dengan dukungan baterai yang memadai. Spesifkasi : Prosesor Qualcomm Quad-core 2.26 Ghz, GPU Adreno 330; RAM 2GB; memori internal 16GB, slot microSD 64GB; Jaringan 2G Quadband, 3G Quad Band, 4G multi Band (800/850/900/1700/1800/2100/260 0 Mhz), internet HSPA 42Mbps, LTE Cat3 150Mbps; layar TFT capacitive 5 inch 1080 x 1920 pixel, 441 ppi; OS Android v4.2.2 Jelly Bean, bisa upgrade ke KitKat; kamera 21 MP, Exmor sensor, lensa Sony G, autofokus, LED Flash, kamera depan 2MP; bluetooth v4.0; microUSB v2.0; NFC; TV-Out; jack audio 3.5mm; WiFi; radio FM; Music Player; GPS/A-GPS; baterai Li-Ion 3000 mAh.

Baca juga : Gambar Keren

Sony Xperia Z2

Penerus Z1, tentu dengan beberapa perbaikan spek. Tetap berciri khas ponsel Sony, yaitu tahan air dan debu. Spesifkasi : Prosesor Qualcomm Quad-core 2.3 Ghz, GPU Adreno 330; RAM 3GB; memori internal 16GB, slot microSD 128GB; Jaringan 2G Quadband, 3G Quad Band, 4G multi Band (800/850/900/1800/2100/2600 Mhz), internet HSPA 42Mbps, LTE Cat3 150Mbps; layar IPS capacitive 5.2 inch 1080 x 1920 pixel, 424 ppi; OS Android v4.4.4 KitKat; kamera 21 MP, autofokus, LED Flash, kamera depan 2.2MP; bluetooth v4.0; microUSB v2.0; NFC; jack audio 3.5mm; WiFi; radio FM; Music Player; GPS/A-GPS; baterai Li-Ion 3200 mAh.

Sony Xperia M2 Aqua

Smartphone 4G berharga paling terjangkau saat ini. Punya spek kelas menengah, juga tahan air dan debu. Spesifkasi : Prosesor Qualcomm Quad-core 1.2 Ghz, GPU Adreno 305; RAM 1GB; memori internal 8GB, slot microSD 32GB; Jaringan 2G Quadband, 3G Quad Band, 4G multi Band (800/850/900/1800/2100/2600 Mhz), internet HSPA 42Mbps, LTE; IP68 Certifed; layar IPS capacitive 4.8 inch 540 x 960 pixel, 229 ppi; OS Android v4.4.2 KitKat; kamera 8 MP, autofokus, LED Flash, kamera depan VGA; bluetooth v4.0; microUSB v2.0, USB OTG; NFC; jack audio 3.5mm; WiFi; radio FM; Music Player; GPS/A-GPS; baterai Li-Ion 2300 mAh.