Amankan Sawit sebagai Industri Strategis

P ertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 mencapai 6,3%-6,4%. Waktu itu kita mengalami booming. Namun, begitu harga komoditas di pasar internasional jatuh, pertumbuhan ekonomi kita turun. Sebenarnya kita mengalami penurunan ekonomi sejak 2011 terus menurun sampai 4,73%, baru kuartal ketiga 2015 mulai naik kembali. Karena itu kita harus berubah dari perekonomian berbasis komoditas (commodity based) ke berbasis manufaktur (manufacture based). Paket-paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah sejak September 2015 akan terlihat dam – pak positifnya mungkin mulai Februari atau Maret men datang. Maka pertumbuhan ekonomi kita bisa men capai 5,6% atau lebih pada 2016. Bahkan ahli eko – nomi Australia berani memperkirakan pada 2017- 2018, ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 7%.

Industri Strategis

Pemerintah saat ini menginginkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Kita mencapainya de – ngan pengurangan kesenjangan pendapatan, pencip – taan lapangan kerja, dan menyediakan pangan yang mencukupi. Pengurangan kesenjangan ada hubung – annya dengan kelapa sawit. Pemerintah akan melindungi kelapa sawit sebagai industri strategis. Mengapa industri ini strategis? In dus tri ini membuka lapangan kerja untuk peng – hidupan 20 juta orang. Dan industri ini juga menda – tangkan US$20 miliar lebih per tahun ke kas negara. Ini luar biasa! Bila kita lihat produksi energi, minyak bumi seka – rang tinggal 800 ribu barel per hari bahkan kurang. Produksi gas memang lebih tinggi sekarang, tapi (ener gi) yang sustainable (berkelanjutan) adalah ke – la pa sawit. Tapi kelapa sawit jangan dikuasai se ke – lompok orang saja, harus ada pemerataan. Tidak bi – sa lagi ada penguasaan lahan berlebihan seperti se – karang ada yang 2,8 juta ha. Kita akan evaluasi lagi secara gradual tapi konsisten.