Selain menghemat biaya, pakan SGH membuat pertumbuhan udang stabil dan kualitas air terjaga. Tambak ‘uzur’ di Lampung kembali produktif setelah bermitra dengan PT Suri Tani Pemuka (STP), perusahaan pakan dan benih udang terkemuka di Indonesia. Berumur lebih dari 20 tahun, pro duktivitas tambak udang yang disewa PT Piramid Paramount Indonesia (PPI) itu bisa didongkrak bertahap. Pada siklus pertama budidaya udang vaname, rerata produktivitasnya mencapai 10 ton/ha. Di siklus kedua produktivitasnya 11 ton/ha dan naik lagi menjadi 12 ton/ha pada siklus ketiga.

Siklus keempat juga menunjukkan kenaikan produktivitas. Apa resepnya sehingga kolam uzur itu kembali makmur? Persiapan Matang dan Padat Tebar Rendah Kolam vaname itu berlokasi di Desa Maja, Kec. Punduh Pidada, Kab. Pesawaran, Lampung. Berada di lahan seluas 11 ha, tambak ‘uzur’ ini memuat 21 kolam berukuran rata-rata 4.000 m2/unit dengan kedalaman air 1,8 m dan dilapisi plastik. Budidaya vaname di tambak ‘renta’ ini telah berlangsung 4 siklus.

Pengelolanya Riswanda, Anjar Purbaya, dan Afad Abdiguna sebagai teknisi kolam serta Dwiko untuk teknisi lab. Riswanda dan kawan-kawan memaparkan resep mengelola kolam ‘uzur’, diantaranya persiapan air kolam dila kukan secara matang. Artinya, steri lisasi dan pembentukan air dilakukan secara optimal. Lakukan pengendapan pada reservoar seluas 1 ha dan kolam tandon di lahan 2,5 ha untuk persiapan air. Tingkat kecerahan air di kolam bu di daya juga ditunggu hingga mencapai 60 cm. Setelah itu, baru menebar benur yang diproduksi STP. “Pascapenebaran benur biasanya tingkat kecerahan air drop.

Tapi, kita biarkan selama seminggu untuk pembentukkan plankton. Selanjutnya, tingkat kecerahan air kita olah kembali,” terang Riswanda. Padat tebar benur pun rendah, yaitu 110-120 ekor benur/m2 meski kedalam an air kolam rerata 1,5 m. Ini karena daya dukung lingkungan sudah turun menyusul tingginya bahan organik total (total organik matter, TOM) air laut yang hampir mencapai angka 100. Resep selanjutnya, mengecek parameter fisik air setiap hari dan parameter kimia tiap seminggu sekali.

Pada musim hujan, parameter air seperti suhu, pH, dan salinitas dicek 3 kali sehari mengingat tingginya fluktuasi suhu, pH, dan salinitas karena sering diguyur hujan. Untuk mempertahankan oksigen terlarut (DO, dissolved oxygen), setiap kolam dipasang 19-20 unit kincir yang dihidupkan 24 jam sehari. Mengingat listrik PLN di kawasan ini sering mati maka stok solar harus cukup, mencapai 30 ribu ton/siklus. Pakan SGH Dari 4 siklus budidaya vaname, PPI memakai pakan keluaran STP.

baca juga artikel lanjutannya di https://mccsanantonio.com/resep-produktivitas-tambak-agar-terus-meningkat-bagian-2/