Saat Tepat Anak dibawa ke Dokter

Kapan sebaiknya anak dibawa ke dokter? Berikut panduannya: 1. Apabila telah mengalami lima atau lebih serangan sakit kepala yang mengganggu aktivitas sehari-harinya, satu saja serangan sakit kepala yang berat, atau apabila orangtua khawatir. 2. Penting diperhatikan, segera bawa anak ke dokter atau unit gawat darurat apabila sakit kepala muncul pada pagi hari saat bangun tidur atau disertai muntah, atau makin lama makin memberat, atau disertai gejala neurologis lain, seperti penglihatan buram, mata juling, wajah mencong, kelemahan anggota gerak, kejang, atau penurunan kesadaran, atau ada riwayat trauma kepala. Karena sakit kepala dengan kondisi ini dikhawatirkan bukan lagi migrain yang menyerang.

Migrain bisa sembuh

Pada anak yang sudah terdiagnosis migrain, obat yang diresepkan dokter sebaiknya diminum dalam 20—30 menit pertama terjadinya serangan dan dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Sebaiknya obat tersebut selalu tersedia setiap saat. Tapi, Mama Papa juga perlu waspada, penggunaan obat analgetik tersebut sebaiknya tidak lebih dari 3 sampai 5 kali seminggu. Juga, anak harus tetap dibawa kontrol ke dokter secara berkala, sesuai anjuran dokter untuk memantau frekuensi dan intensitas serangan serta penggunaan obat.

Jika hal itu dilakukan secara baik dan benar, menurut penelitian, angka kesembuhan migrain dalam 5—10 tahun setelah diagnosis berkisar antara 20% sampai 30%; sisanya masih mengalami migrain atau sakit kepala tipe lain. Mengingat migrain sering kali bisa kambuh lagi, maka yang terpenting dalam tata laksana pengobatan migrain adalah edukasi pada anak. Ajak anak untuk selalu menjalani pola hidup sehat, yakni cukup minum, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari makanan pencetus, cukup tidur, cukup berolahraga, dan melakukan manajemen stres yang baik. Edukasi cara minum obat seperti telah disebutkan di atas juga perlu diberikan pada anak yang mendapat tata laksana farmakologik.

Satu hal yang harus Mama Papa perhatikan baik-baik, salah satu kriteria diagnosis migrain adalah sakit kepala yang tidak boleh disebabkan oleh kelainan lain. Jadi, jika anak mengalami sakit kepala yang disebabkan oleh kelainan neurologis, seperti: kehilangan pandangan, masalah dalam berbicara, atau kelemahan otot, itu berarti anak kita bukan mengalami migrain, tetapi ada hal lain yang menyebabkan anak sakit kepala. Bisa jadi itu sebuah pertanda anak mengalami hidrosefalus, infeksi otak (meningitis, ensefalitis), abses, perdarahan (perdarahan di dalam otak), tumor otak, adanya gumpalan darah, atau trauma kepala.

Berikut ini adalah informasi lengkap mengenai tempat terbaik kursus IELTS Jakarta untuk anak yang akan mengikut tes tersebut.